Lengkap! Ini Pengertian Piramida Ekologi Hingga Ruang Lingkupnya

by -40 views
Lengkap! Ini Pengertian Piramida Ekologi Hingga Ruang Lingkupnya

Pada dasarnya dalam bahasa yunani sendiri ekologi terdiri dari dua kata yaitu oikos dan juga logos. Dimana oikos sendiri mempunyai artian sebagai habitat, sedangkan logos sendiri merupakan ilmu. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa pengertian ekologi merupakan sebuah cabang ilmu dalam pelajaran biologi yang membaahas mengenai interai antara makhlluk hidup yang satu dengan yang lainnya. Menariknya lagi ternyata definisi dari ekologi telah ada sejak tahun 1869 silam dan ditemukan oleh ernst haeckel.

Sedangkan piramida ekologi sendiri sering ditejemahkan menjadi susunan tingkatan tertentu. Dimana tingkatan tersebut menunjukkan berbagai macam hal yaitu berupa berat organisme, kepadatan poopulasi, dan juga kemampuan penyimpanan energi  di tiap susunan tentunya. Semua itu disusun secara berurutan dalam sebuah ekosistem yang mana berdasarkan jenisnya sendiri, piramida dibagi menjadi 3 bagian.

Pertama yaitu piramida jumlah yang dalam setiap tingkatannya sendiri menunjukkan  banyak jumlah organisme yan ada. Selain itu, ada juga piramida biomassa yang mana fungsinya sendiri untuk menjukkan berat organisme tersebut. Dimana organisme hidup yang dimaksud tersebut dihitung beratnya berdasatkan setiap tingkatan tentunya. Di sisi lain, ada juga piramida energi yang setiap tingkatannya sendiri menunjukkan banyaknya jumlah energi yang ada. Dimana peran utama cahaya matahari di sini sebagai sumber energi yang pokok bagi tumbuhan.

Nantinya melalui sebuah rantai makanan energi cahaya matahari tersebut akan berubah menjadi energi kimiawi tentunya. Dimana dalam pengertian piramida ekologi tersebut biasanya akan memanfaatkan jumlah energi yang sedikit saja, yaitu setidaknya sebesar 10 %. Tentunya dalam piramida ekologi ini ada ruang lingkupnya sendiri, salah satu yang paling penting yaitu ekosistem. Dimana ruang lingkup piramida ekologi yang satu ini mempunyai artian sebagai wadah atau perkumpulan dari para organisme. Sehinggan nantinya mereka bisa langsung berinteraksi dengan sendirinya terhadap habitat aslinya pastinya.  Tidak hanya itu saja, umumnya satu buah ekosistem ini kerap dihuni oleh lebih dari satu bioma. Hal ini tidak lain karena adanya perbedaan yang ada pada komponen abiotik maupun biotik dari ekosistem itu sendiri.