Menu
Troli 0

Glukosamin

Glukosamin adalah senyawa kimia alami yang terdapat dalam tubuh yang juga bisa berupa suplemen. Ada dua jenis utama glukosamin: hidroklorida dan sulfat. Glukosamin dalam tubuh membantu menjaga kesehatan tulang rawan. Namun ketika kita menua, tingkat senyawa ini di tubuh kita mulai menurun, yang berujung pada kerusakan sendi secara perlahan-lahan. Suplemen glukosamin sulfat membantu melawan gejala tersebut. Glukosamin dapat pula digunakan untuk mengatasi artritis rheumatoid dan keadaan-keadaan lainnya, seperti penyakit pembengkakan usus, asma, alergi, kekurangan venous yang kronis, cedera saat olahraga, gangguan sendi temporomandibular, dan sakit punggung menahun.

Apa itu Glukosamin?

Glukosamin adalah sebuah aminomonosaccharide yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia melalui chondrocytes dalam tulang rawan untuk membantu menjaga dan membangun jaringan sendi yang sehat. Kegunaan utama dari glukosamin adalah untuk menciptakan rantai-rantai panjang bernama glycosaminoglycans (GAGs) yang dibutuhkan oleh sendi dan tulang rawan untuk perbaikan. GAGs, sebelumnya dikenal sebagai mucopolysaccharides, adalah rantai panjang modified disaccharides dan merupakan komponen utama dari proteoglycans (PGs). Zat-zat inilah, bersama dengan chondrocytes dan kolagen, yang membentuk tulang rawan.

Chondrocytes menggunakan konsumsi tambahan glukosamin untuk memproduksi komponen tulang rawan, yang juga merupakan empat tipe utama GAGs: chondroitin sulphate, hyaluronic acid, keratan sulphate, dan sedikit dermatan sulphate. Seperti yang anda lihat, chondrocytes bertanggung jawab atas sintesis, perawatan, dan regenerasi tulang rawan. Semakin banyak Glukosamin yang anda miliki, semakin baik kesempatan tubuh anda untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kurangnya lubrikasi atau buruknya penyerapan goncangan.

Chondrocytes memiliki dua cara untuk menciptakan GAGs. Cara pertama, sebuah molekul glukosa akan difosforisasi (mendapat tambahan sebuah kelompok fosfat) dan melalui reaksi epimerization (penggantian konfigurasi senyawa). Gula yang termodifikasi itu kemudian menerima sebuah kelompok amino dari glutamin.  Sebuah reaksi sintesis (dari glutamin) membentuk molekul glucosamine-6-phosphate, yang kemudian mengalami reaksi-reaksi tambahan di sintesis GAG. Ini adalah cara alami. Cara kedua adalah ‘metode suplemen’, yang terjadi saat chondrocytes menggunakan preformed glucosamine dari sumber-sumber yang dikonsumsi. Saat glukosamin memasuki chondrocyte, sebuah reaksi phosphorylation terjadi membentuk glucosamine-6-phosphate dan kemudian berlanjut selayaknya proses sintesis yang alami.

Mengapa Saya Butuh Glukosamin?

Pengkonsumsian glukosamin telah dibuktikan dapat menstimulasi produksi GAG dan PG. Hal ini karena saat glukosamin tersedia untuk chondrocytes, mereka dapat memproduksi jaringan ikat dengan lebih cepat karena mereka dapat melewatkan tiga reaksi kimia dan hanya membutuhkan reaksi phosphorylation untuk membuat glucosamine-6-phosphate. Juga, saat glukosamin tambahan dikonsumsi, jaringan fibriotik artikular pun memulai proses penyembuhan dan memperbaiki difusi glukosa dan asam amino potensial melalui kapsul sendi dan membran sinovial.

Hal ini kemudian memberikan bahan mentah yang diperlukan (gula dan asam amino) bagi chondrocytes untuk menstimulasi sintesis GAGs dan PGs. Kurangnya glukosamin dalam tubuh akan memberhentikan sintesis GAG, kemudian akan memberhentikan sintesis proteoglycan. Saat hal ini terjadi, sendi-sendi anda mungkin akan terasa lebih nyeri setelah olahraga atau lutut anda mungkin terasa lebih kaku beberapa jam setelah olahraga kardio. Bila gejala ini dibiarkan, anda mungkin akan mengalami osteoarthritis.

Osteoarthritis terjadi saat tulang rawan menipis dan tulang-tulang anda bergesekan. Gejala ini akan menimbulkan rasa sakit serta dapat mempengaruhi sendi-sendi tulang belakang, yang akan sangat berbahaya bagi syaraf. Pengkonsumsian glukosamin tambahan sangat dianjurkan bagi mereka yang mengidap osteoarthritis karena glukosamin telah terbukti dapat meredakan rasa sakit, meningkatkan fleksibilitas, dan meredakan nyeri sendi sebaik ibuprofen.

Glukosamin tambahan mempunyai empat sumber potensial: glucosamine hydrochloride, glucosamine hydroiodide, N-acetyl glucosamine, dan glucosamine sulphate. Dari keempat jenis tersebut, hanya jenis sulphate dan glucosamine hydrochloride (HCL) yang direkomendasikan. Kedua jenis glukosamin tersebut memiliki efek yang serupa, namun hydrochloride cenderung lebih hemat biaya karena lebih kaya kandungan glukosaminnya. Faktanya, persentase glukosamin murni dalam hydrochloride adalah sebesar 83% sementara dalam sulphate hanya sebesar 65%. Hal ini disebabkan karena pada masa persiapan, zat  sodium dan potassium ditambahkan pada hydrochloride sementara pada sulphate, yang ditambahkan adalah zat sulfur sehingga berefek pada pengurangan kandungan glukosamin per tablet atau kapsul. Namun setelah dikonsumsi secara oral, glucosamine sulphate akan terbagi menjadi glukosamin dan ion sulfat sehingga efeknya akan tetap sama.

Jenis N-acetyl-glucosamine (NAG) memiliki 81% glukosamin murni. Hal ini menyebabkan adanya anggapan bahwa jenis NAG lebih baik dari jenis sulfat. Kenyataannya, cara NAG dimetabolisasi berbeda dengan cara metabolisasi jenis glukosamin lainnya. Setelah dikonsumsi, NAG tidak diserap oleh tubuh secara utuh, melainkan dicerna oleh bakteri usus secara cepat dan diserap oleh saluran pencernaan sebelum dapat diserap oleh tulang rawan. Sebuah penelitian menunjukkan adanya efek-efek positif dari NAG, namun secara umum, akan lebih baik bila anda menghindari jenis glukosamin ini karena relatif tidak hemat biaya.

Sifat menarik lain dari glukosamin adalah tidak seperti gula amino lainnya, glukosamin dapat dicerna sementara tetap mempertahankan sifat-sifat primernya dan tidak dimetabolisasi seperti senyawa lainnya. Contohnya adalah insulin yang bila dikonsumsi secara oral akan terpecah menjadi asam amino konstituen dan digunakan untuk protein atau energi sehingga hanya layak dikonsumsi melalui suntikan atau infus. Walau glukosamin juga akan lebih baik bila disuntikkan ke dalam darah, hal ini cenderung tidak praktis dan tidak terlalu penting, terutama bagi mereka yang memiliki fobia akan jarum suntik.

Glukosamin yang diproduksi berasal dari chitin, sebuah komponen penting dari cangkang hewan kerang-kerangan seperti kepiting dan lobster. Kandungan kalsium karbonat dan protein dipisahkan dari chitin dan kemudian dihidrolisasi untuk menghasilkan glucosamine hydrochloride. Bila sebuah produsen ingin membuat glucosamine sulphate, mereka hanya cukup menambahkan sebuah kelompok sulfur. Hal ini memungkinkan produsen menghemat biaya produksi karena kandungan sulfurnya bersifat sebagai ‘pengisi’. Kebetulan, lebih dari 90% glukosamin yang diimpor ke Amerika Serikat berasal dari Cina karena biaya produksinya lebih murah dan lebih sedikit proses kontrol kualitasnya.

Meski tampak sangat berkhasiat bagi kesehatan, glukosamin pun memiliki efek samping. Dalam beberapa penelitian, glukosamin ditemukan dapat meningkatkan resistensi insulin, menurunkan produksi glikogen dalam hati, dan menurunkan penyerapan glukosa dalam sel. Apa itu resistensi insulin? Seperti yang kita tahu, insulin berguna untuk mengangkut nutrisi ke dalam sel. Resistensi insulin terjadi saat lebih banyak insulin diperlukan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah.  Resistensi insulin berbahaya karena hal ini dapat menyebabkan pankreas berkerja jauh lebih keras, lebih banyak insulin untuk disekresi, dan menaikkan tingkat rata-rata glukosa dalam darah. Pengsekresian insulin yang lebih banyak mungkin anabolik, namun juga menyebabkan lebih banyak lemak yang disimpan. Hal ini menyebabkan glukosa lebih banyak dibakar dibanding lemak tubuh.

Masalah lain yang mungkin muncul adalah munculnya diabetes tipe 2 sebagai dampak dari peningkatan resistensi insulin, yang telah ditemukan dalam beberapa penelitian. Namun, penelitian-penelitian ini menggunakan dosis “kronis”. Definisi dari kata “kronis” di sini tidak diketahui, namun dosis harian yang direkomendasikan adalah 1500 mg. Penelitian lain mengungkapkan bahwa pengkonsumsian glukosamin jangka pendek tidak menyebabkan resistensi insulin sehingga aman untuk digunakan selama beberapa minggu sekali.

Bila anda khawatir akan resistensi insulin, anda mungkin akan lega mengetahui bahwa pengkonsumsian inosin (sebuah nucleotide yang juga tersedia sebagai suplemen) telah terbukti (in vitro) dapat mengembalikan efek resistensi insulin dari glukosamin. Glukosamin juga ditemukan, dalam beberapa situasi, dapat membantu peningkatan tingkat peptin. Selain itu, kombinasi dari EPA GLA, kondroitin, MSM, minyak ikan cod, minyak jahe, dan ekstrak pulus hampir sama efektifnya dengan glukosamin walau mungkin lebih mahal. Bahkan, kondroitin saja telah terbukti dapat menjadi suplemen yang baik untuk sendi.

Pengkonsumsian suplemen glukosamin telah terbukti dapat membantu sendi dan wajib digunakan oleh atlet manapun, terutama binaragawan dan atlet angkat beban.

Istilah Umum: Harga Glukosamin, Glukosamin Murah, Jual Glukosamin